Menurut Ferdinand de Saussure, tuturan (parole) merupakan realisasi (perwujudan) bahasa (langue). Bahasa berupa sistem yang sifatnya abstrak, sedangkan tuturan (parole) merupakan realisasi sistem yang bersifat konkret.
Bahasa Indonesia sebenarnya merupakan abstraksi dari sejumlah tuturan bahasa Indonesia yang beragam, yang meliputi tuturan orang Jawa, tuturan orang Minang, tuturan orang Makasar, dan sebagainya tetapi masih dalam bingkai sistem bahasa yang sama.
Bahasa Indonesia sebenarnya merupakan abstraksi dari sejumlah tuturan bahasa Indonesia yang beragam, yang meliputi tuturan orang Jawa, tuturan orang Minang, tuturan orang Makasar, dan sebagainya tetapi masih dalam bingkai sistem bahasa yang sama.